Menentukan Arah Kiblat Saat Bepergian, di Pesawat dan di Kereta

Arah kiblat bukan sifat sebuah negara melainkan sifat sebuah titik. Begitu Anda berpindah, angkanya ikut berubah. Bagi kebanyakan perjalanan sehari-hari perubahan itu terlalu kecil untuk dipedulikan, tetapi pada penerbangan jarak jauh perubahannya besar dan berlangsung terus-menerus.

Seberapa cepat berubah di darat

Di Indonesia, angka kiblat bergerak sangat lambat. Seluruh negeri hanya mencakup empat derajat, dari 291 sampai 295. Artinya perjalanan darat sejauh dua atau tiga ratus kilometer hampir tidak mengubah arah sama sekali. Bila Anda mudik dari Jakarta ke Semarang, arah kiblat yang sama tetap berlaku. Ini berbeda jauh dengan negara seperti Arab Saudi, di mana berpindah beberapa ratus kilometer dapat membalik arah kiblat sepenuhnya karena Mekah berada di dalam negeri itu sendiri.

Di dalam pesawat

Pesawat jarak jauh menempuh sekitar sembilan ratus kilometer setiap jam, sehingga arah kiblat berubah nyata selama penerbangan. Pada penerbangan Jakarta menuju Jeddah, di awal perjalanan arahnya sekitar 295 derajat; ketika pesawat mendekati tujuan, arah itu berayun jauh karena Anda semakin dekat dengan titik tujuan. Semakin dekat ke Ka'bah, semakin cepat sudutnya berubah — persis seperti jarum yang berputar cepat ketika Anda hampir tiba di tengah lingkaran.

Yang praktis dilakukan di pesawat

Kompas magnetik tidak berguna di dalam pesawat, karena badan pesawat yang terbuat dari logam dan sistem kelistrikannya mengacaukan medan magnet. Yang dapat diandalkan adalah posisi GPS. Sebagian maskapai menampilkan arah kiblat pada layar hiburan di kursi; bila tidak ada, aplikasi yang menggunakan GPS tetap dapat menghitung arah meski tanpa sambungan internet, asalkan datanya sudah tersimpan. Banyak orang menentukan arah sekali sebelum mulai sholat dan bertahan pada arah itu sepanjang sholat, karena berputar-putar di lorong pesawat jelas tidak memungkinkan.

Yang dikatakan pembahasan fikih

Bagi musafir yang benar-benar tidak dapat menentukan arah, pembahasan fikih memberi kelapangan: seseorang berijtihad menentukan arah sebaik kemampuannya dan sholat menghadap ke sana, dan sholatnya sah meskipun kemudian ternyata arahnya keliru. Bagi yang sholat di kendaraan yang sedang berjalan dan tidak dapat menghadap arah tertentu secara tetap, terdapat pula keringanan yang dibahas para ulama. Selalu ada baiknya menanyakan hal semacam ini kepada ulama yang Anda percayai, sebab rinciannya berbeda menurut mazhab dan menurut keadaan.

Di kereta dan di kapal

Di kereta, arah gerbong berubah setiap kali rel berbelok, sehingga arah yang Anda tetapkan di awal tidak bertahan lama. Perjalanan darat di Jawa umumnya berlangsung beberapa jam saja, dan perubahan arah kiblat karena perpindahan tempatnya dapat diabaikan — yang berubah adalah arah gerbongnya, bukan arah kiblatnya. Di kapal, terutama pada pelayaran antarpulau yang panjang, perpindahan posisinya sudah cukup besar untuk diperiksa ulang sesekali.

Memeriksa arah untuk kota tujuan sebelum berangkat

Cara paling mudah adalah membuka halaman kiblat kota tujuan Anda sebelum berangkat, dan mencatat angkanya. Situs ini memuat halaman kiblat untuk 165 kota di Indonesia serta ribuan kota lain di dunia, sehingga Anda dapat menyiapkannya lebih dahulu. Halaman waktu sholat kota tujuan juga berguna, karena seperti sudah kita lihat, selisih Maghrib antar kota di Indonesia dapat mencapai lebih dari dua puluh menit.

→ Arah Kiblat — Kompas Kiblat Online